Dorong Program Percepatan Penerangan Listrik Kampung, Baru 95 Persen Kampung di Berau Teraliri Listrik
Peresmian
penyaluran listrik di Desa Sidobangen, Kecamatan Kelay.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.TANJUNGREDEB-
Menyadari
masih belum 100 persen kampung di Kabupaten Berau mendapatkan penerangan layak,
karenanya Pemkab Berau dorong program percepatan penerangan listrik di
kampung-kampung.
Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan
dengan listrik masuk kampung, bisa mendukung peningkatan kulitas Sumber Daya
Manusia (SDM).
”Program penerangan listrik juga menjadi
salah satu visi dan misi kami saat kampanye yakni peningkatan sarana prasarana
public melalui peningkatan program listrik kampung dan wifi grastis,
janji politik itu kami akan dilaksanakan 2022 tapi sudah bisa ditapati
ditahun 2021 ini ,”ujar Sri Juniarsih saat PLN UP3 Berau resmikan penyaluran
listrik di Desa Sidobangen, Kecamatan Kelay, pada Minggu (15/8/2021) kemarin.
Percepatan
perwujudan itu tambah Bupati Sri Juniarsih, bisa menjadi tolak ukur penilaian
warga dari kepemimpinannya, tidak membedakan antar desa yang satu dengan
yang lain.
“Janji PLN ada 6 kampung lagi akan mendapat
penerangan listrik diakhir tahun 2021 ini, kami harap dapat segera diwujudkan.
Sekiranya dapat dipacu terus menerus penerangan dikampung –kampung terkait
usulan aliran listrik, terkait kebijakan pemerintah saya juga mengajak PT
Berau Coal diluar lingkar tambang siapa tahu bisa berjalan dengan kami bila
tidak bisa diatasi APBD bisa diatasi PT Berau Coal paling tidak dimasa jabatan
kami hanya 3 tahun bisa berbuat banyak walau waktu dinilai singkat, masyarakat
dihimbau mendapatkan aliran listrik dijaga dengan sebaik-baiknya gunakan
listrikd engan bijak dan dengan kehati hatian,”ungkapnya.
Sementara
itu Manager PLN UP3 Berau Eko Hadi Pranoto menyampaikan rasio kelistrikan di
desa-desa yang sudah mendapatkan aliran listrik baru 71,8 persen.Dari 110
Kampung yang ada baru 79 kampung teraliri listrik, menargetkan untuk
merampungkan listrik di 35 kampung seluruh kecamatan pada tahun 2022 mendatang.
"Masih tersisa 35 desa, Insya Allah kami
upayakan mulai bulan depan sampai 2022," ujar Eko saat menyampaikan
targetnya kedepan.
Menurutnya, dalam perluasan penyebaran
listrik ke seluruh daerah terdapat 3 rintangan, yaitu pembangkit, lahan serta
akses jaringannya. Bahkan untuk Kecamatan Kelay sendiri sempat mengalami
penolakan saat mengajukan pembangkit dan jaringan untuk aliran listrik.
"Usulan mesin yang kami minta di coret,
hal tersebut karena aturan pembatasan emisi serta energi baru dan
terbarukan," pungkasnya lagi pada kegiatan yang juga dihadiri Wakil
Gamalis bersama Sekda beserta Kadis PUPR dan Kadis PMK.(sep/adv)